Karakteristik Ibu Bersalin Prematur Di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Periode Januari – Juni Tahun 2017

  • Wida Wisudawati AKBID Assyifa Tangerang
Keywords: Ibu Bersalin, Prematur, Mortalitas, Morbiditas

Abstract

Mortalitas   dan   morbiditas   perinatal   di   seluruh   dunia   salah   satunya disebabkan oleh persalinan prematur sebanyak 60–80%, menurut penelitian sebelumnya angka kejadian persalinan prematur di RSUD Tangerang Banten sebanyak 60,41 %. Maka dengan adanya hal ini penulis melakukan penelitian yang berjudul “Karakteristik Ibu Bersalin Prematur“. Persalinan merupakan hal yang normal dan fisiologis, akan tetapi bukan berarti bebas dari resiko salah satunya persalinan  prematur.  Persalinan  prematur  merupakan  persalinan  yang  terjadi  di bawah umur kehamilan 37 minggu dengan perkiraan berat janin ≤ 2500 gram. Ada beberapa  faktor  yang  menyebabkan  terjadinya  persalinan  prematur,  diantaranya ialah faktor umur, paritas, jarak persalinan, faktor resiko, dan beberapa faktor lain. Penelitian ini dilakukan di RSUD Tangerang Banten pada tanggal 25 – 27  Maret Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang diambil melalui data sekunder, Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari – Juni Tahun 2017 sebanyak 136 kasus, dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian ini diperoleh dari 136 ibu bersalin prematur berdasarkan usia kehamilan 37 minggu sebanyak 29, 4 %, berdasarkan umur ibu mayoritas yang tidak beresiko sebanyak 84,6 %, berdasarkan paritas  ibu  terbanyak  <  dari  3  sebanyak  86  %,  berdasarkan  jarak  persalinan terbanyak > dari 2 tahun sebanyak 78,26 %, berdasarkan faktor resiko terbanyak pada ibu yang mengalami KPD sebanyak 44,1 %. Dapat diketahui karakteristik ibu bersalin prematur berdasarkan umur, paritas, dan jarak persalinan terdapat kesenjangan  antara  teori  dan  hasil  penelitian.  Lain  dengan  faktor  resiko,  faktor resiko yang diakibatkan oleh persalinan prematur paling banyak adalah KPD, dan paling sedikit pada kehamilan ganda. Kenyataan di lapangan tidak selamanya sama dengan teori  yang ada. Hal ini dapat dilihat berdasarkan penelitian ini. Dengan adanya  petugas  kesehatan  yang  terlatih  seharusnya  persalinan  prematur  dapat dicegah dengan menjalin hubungan  yang baik  terhadap pasien sehingga tercipta hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dan klien.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-07-23