Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB Pria di RT 002 RW 01 Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat

  • Rizki Hallifah Ashri Akademi Kebidanan Bhakti Asih Cileduk Tangerang
Keywords: Keluarga Berencana, Akseptor KB pria.

Abstract

Keluarga berencana adalah usaha menolong individu atau pasangan antara lain untuk mencegah terjadinya kelahiran yang tidak dikehendaki atau sebaliknya bagi pasangan yang menginginkan anak, mengatur interval waktu kehamilan, mengontrol  waktu  kelahiran  berhubungan  dengan  usia  orang  tua,  menentukan jumlah anak dalam keluarga. Menurut survei di Rt 002 Rw 01 Meruya Utara Kembangan,  Jakarta  Barat.  Penelitian  ini  bersifat  study korelasi  dengan  dengan menggunakan jenis (Cross Sectional). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Tehnik pengambilan sampel dilakukan tehnik Purposive Sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Analisa data dilakukan dengan Fisher’s exact test. Menunjukkan bahwa nilai  p < 0,05 artinya ada hubungan bermakna antara variabel dependen dan independen, nilai p>0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara variabel dependen dan independen. Akseptor KB pria di Rt 002 Rw 01 Meruya Utara  Kembangan,  Jakarta  Barat,  berjumlah  13  responden     (20%).  Dari  65 responden, Pengetahua akseptor KB pria yang tahu mengenai alat kontrasepsi pria sebanyak (95%), akseptor KB pria yang tidak tahu mengenai alat kontrasepsi pria sebanyak (5%), pendidikan responden akseptor KB pria SD (12%), SMP (54%), SMK (31%), PT (3%), responden akseptor KB pria yang mendapat dukungan dari istri (44,6%),   persepsi responden akseptor KB pria yang benar (72,3%), usia responden akseptor KB pria 20-35 tahun (44,6%), 36-50 tahun (49,2%), responden akseptor  KB  pria  yang  mendapat  dukungan  dari  tenaga  kesehatan  (43,1%), responden akseptor KB pria yang mendapat dukungan sosial budaya (44,6%). Faktor – faktor yang berhubungan dengan rendahnya akseptor KB pria adalah pendidikan, peran serta istri, persepsi, usia, peran serta tenaga kesehatan, dan sosial budayadari masing – masing variabel tersebut terdapat hubungan yang bermakna antara variabel dependen  dan  variabel  independen.  Hasil  penelitian  diharapkan  dapat  menjadi sumber pengetahuan dan informasi agar pria usia subur yang sudah menikan berpatisipasi menjadi akseptor KB pria.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-07-18